Thursday, January 3, 2013 Tags: , 0 comments

MEMBUAT ANIMASI SEDERHANA DENGAN FLASH

Pada postingan kali ini, saya ingin membagikan artikel tutorial flash untuk membuat sebuah animasi sederhana, simak baik-baik yaa, artikel dari Tunjung ini :)

1. Buka Macromedia Flash,klik menu insert -> new symbol atau tekan Ctrl+F8, pilih tipe movie clip, OK
2. buatlah beberapa layer (klik pojok kiri bawah pada timeline), minimal tiga untuk mempermudah selecting.
3. pada layer paling atas buat gambar dengan menggunakan tool yang tersedia. Pada contoh kali ini adalah gambar pinguin. ini sebagai objek statis.
cats2
4. buat gambar yang akan dijadikan objek bergerak, pada contoh adalah sirip pinguin.
5. letakkan sirip tersebut di tubuh pinguin dengan menggunakan selection tool atau free transform tool.
cats4
6. untuk membuat motion tween, buat keyframe pada semua layer, misal pada frame 15. caranya, klik kanan frame 15 -> insert keyframe. atau tekan F6. lakukan hal yang sama pada semua layer.
7. klik kanan di frame tengah (antara dua keyframe) layer sirip -> create motion tween.
8. kembali klik frame 1 layer sirip. pilih objek sirip pada stage dengan Free Transform Tool kemudian drag sumbu putar (lingkaran putih kecil) tepat diatas node (kotak hitam kecil) yang membatasi antara objek statis dan dinamis. seperti gambar. kemudian klik Frame 15 layer sirip dan lakukan hal yang sama sehingga sumbu putar objek pada kedua keyframe sama. langkah ini harus tepat.
cat5
9. masih di frame 15, dengan Free transform tool, putar objek ke arah atas atau bawah dengan cara dekatkan pointer ke objek hingga pointer berubah bentuk menjadi anak panah yang melingkar kemudian drag ke arah yang diinginkan.
10. untuk mencobanya klik Menu -> Control -> Test Movie atau tekan Ctrl+Enter
cats6
readmore »»  

KURIKULUM BARU BERI KESEMPATAN BANGUN KARAKTER ANAK

Meski menuai banyak pro dan kontra mengenai perombakan kurikulum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap akan melaksanakannya pada tahun ajaran 2013-2014. Hingga saat ini, pembahasan seputar penataan kurikulum masih terus dilakukan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa perombakan kurikulum ini penting dilakukan. Ia berpendapat dengan perubahan kurikulum ini, anak-anak mempunyai waktu untuk membangun karakter diri.

"Kenapa dirombak, supaya ada waktu untuk anak membangun diri karakternya. Kalau sekarang nggak ada waktu untuk itu, sekarang hanya PR dan itu membosankan," kata Musliar di Park Hotel, Rabu (10/10/2012).

Tidak hanya itu, ia menuturkan bahwa pada perubahan kurikulum nanti, siswa Sekolah Dasar (SD) tidak akan dibebani dengan mata pelajaran bermuatan ilmu pengetahuan. Anak-anak ini akan lebih diasah untuk pembentukan sikap dan ilmu dasar seperti membaca, menulis dan berhitung.

"Anak SD itu baca, tulis, hitung yang penting. Ilmu pengetahuan nggak perlu terlalu tinggi. Untuk apa kita sediakan buku dan alat, kalau membaca saja belum mengerti," ungkap Musliar.

Adapun enam mata pelajaran yang akan diberikan pada siswa kelas I-III SD ini adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak akan dihapus begitu saja, tetapi akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Sementara itu, untuk kelas 4 dan 6 SD masih belum disepakati.

Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), kepastian mengenai mata pelajaran yang akan diberikan masih dibicarakan. Ia menuturkan bahwa pembahasannya ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Untuk SMP dan SMA, mata pelajarannya juga akan berkurang tapi belum final. Ini masih didiskusikan, nanti akhir tahun ini selesai," tandasnya.

Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013 dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014. Nantinya kurikulum baru ini akan menitikberatkan pada mata pelajaran yang membentuk sikap untuk siswa SD, mengasah keterampilan untuk siswa SMP dan membangun pengetahuan untuk siswa SMA.

Dikutip dari kompas Edisi Kamis, 11 Oktober 2012
readmore »»  

BAHASA INGGRIS AKAN DIHAPUS DARI KURIKULUM SD

Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

"SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak," kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Ia menegaskan bahwa aturan ini harus diikuti oleh semua sekolah. Namun, jika ada sekolah yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan, itu merupakan persoalan lain dan akan dipertimbangkan lagi.

"Sekolah harus ikuti ini kalau dijadikan tambahan itu persoalan lain. Akan tetapi, untuk sekolah negeri, jelas tidak boleh," ujar Musliar.

Untuk sekolah internasional yang umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, pihaknya belum melakukan kajian mendalam. Namun, kurikulum baru ini tetap akan dirumuskan dan untuk sekolah internasional akan diatur belakangan.

"Kurikulum tetap kami buat, tetapi untuk internasional akan kita atur belakangan. Yang jelas mereka harus ikuti ketentuan kurikulum kita, enggak boleh lepas," tandasnya.

Seperti diketahui, kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun, ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi.

Artikel ini diambil dari kompas.com Edisi Kamis, 11 Oktober 2012
readmore »»  

KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA TERLALU KOMPLEKS

Kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia dinilai terlalu kompleks dibandingkan kurikulum yang diterapkan di beberapa negara maju sehingga beban siswa dalam belajar semakin berat.
Hal itu pula yang menyebabkan banyak siswa di Indonesia merasa dipaksa untuk menguasai materi/ketrampilan yang sebenarnya tidak sesuai dengan bakat mereka.
Hal tersebut terungkap dalam Studium General di Universitas Pakuan yang menghadirkan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, HE David L Taylor sebagai pembicara, akhir pekan lalu.
Menurut Taylor, kurikulum pendidikan di Selandia Baru relatif ringan dan mudah diterapkan untuk siswa. "Kebanyakan menekankan pada skill atau ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada dalam kehidupannya sekarang dan nanti," kata Taylor.
Selain itu, setiap jenjang pendidikan juga disesuaikan dengan kemampuan siswa. Banyaknya materi soal kemampuan menghadapi masa depan juga dinilai Taylor sebagai salah satu hal yang membuat siswa lebih kreatif.
Sementara itu, Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini yang juga pemerhati pendidikan mengatakan kurikulum pendidikan di Indonesia terlalu kompleks. "Hal ini jika dibandingkan dengan kurikulum yang ada di negara lain seperti yang diceritakan Dubes Selandia Baru," kata Bibin.
Karena beban kurikulum yang berat, tak hanya siswa yang terbebani, tetapi juga guru dalam mentransfer ilmu juga terbebani. Hasilnya, siswa tidak banyak menguasai suatu materi, begitu pula guru. "Kurikulum mereka (Selandia Baru) simpel, di kita complicated sehingga beban siswa overload," kata Bibin.
Kurikulum di Indonesia yang cenderung fokus pada kemampuan intelektual membuat bakat siswa tidak berkembang. Padahal, sebenarnya bakat siswa bermacam-macam dan tidak bisa dipaksa harus berada di bidang Matematika atau IPA.
"Di kita, yang punya talenta di bahasa tidak bisa berkembang karena dipaksa harus bisa Matematika," lanjut Bibin.
Selain itu, Bibin juga menyoroti soal berkurangnya muatan etika dalam pengajaran yang dilakukan para guru saat ini. "Seharusnya selain peduli pada kemampuan intelektual, juga memerhatikan etika. Soft skill juga merupakan materi yang penting agar siswa bisa bersikap baik dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Akibat materi soft skill yang kurang tergali, dikatakan Bibin, saat ini tawuran serta bentrok makin marak. Selain itu, Bibin juga mengingatkan banyaknya aturan dan ketentuan yang ada dalam sistem pendidikan tidak diimplementasikan.
"Jika dilihat, sistem pendidikan kita tidak jauh berbeda dengan negara lain. Hanya saja, di negara lain diimplementasikan dengan baik, sedangkan di kita hanya sekadar aturan," lanjutnya.
Dicontohkan Bibin, kebijakan sekolah gratis tidak diterapkan dengan baik sehingga masih banyak siswa tidak mampu yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena keberatan dengan biaya pendidikan yang mahal. Jadi kebijakan yang ada diimplementasikan dengan baik, terutama soal wajib belajar, maka angka partisipasi kasar pendidikan kita, lanjut Bibin tentu akan semakin meningkat.
 
Artikel ini dikutip dari PikiranRakyat. Edisi
readmore »»  

MACAM-MACAM DEFINISI PEMBELAJARAN

Pembelajaran mempunyai banyak pengertian, beberapa ahli juga turut menyatakan pengetian pembelajaran. Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri.
Silakan download di sini .
readmore »»  

E-LEARNING DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SISWA


Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.
Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning. 
Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.
Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru. Ingin tahu lebih lanujut? Silakan download makalahnya di sini.
readmore »»  

Wednesday, December 26, 2012 Tags: , , 0 comments

PENGENALAN FLASH

Pada postingan kali ini, saya akan membagikan artikel tentang pengenalan flash. Flash yang saya gunakan di sini adalah Flash 8 yaa.. dan artikel ini dikutip dari blog dian75. Mari kita mulai yaaa..:)

User interface di Flash terbagi atas 5 bagian, yaitu:
1. Stage
Stage merupakan daerah yang bewarna putih, dimana area kerja utama jika anda ingin membuat animasi maupun aplikasi flash lainnya. Seluruh objek/gambar/animasi yang ada di stage nantinya akan tampil di flash movie, dan sebaliknya apabila objek/gambar tersebut berada di daerah abu-abu di pinggiran Stage tidak akan terlihat di flash movie.
2. Panel Toolbox

Merupakan kumpulan alat gambar dan mewarnai sesuatu yang ada di stage.
3.Panel Color
Merupakan kumpulan kotak-kotak yang berfungsi untuk mengubah, mengatur dan mempercantik objek yang ada di stage. Misalkan memberi warna gradasi, meletakan objek persis di tengah stage, dan merotasi objek dengan sudut yang tepat.
4. Panel Properties

Merupakan bagian informasi objek yang ada di stage. sebagai contoh, klik saja salah satu objek di stage, maka informasinya akan terlihat disini. atau klik saja di daerah kosong yang ada di stage, maka informasi mengenai stage akan terlihat.
5. Panel Timeline
Terdiri dari baris dan kolom. Kolom berhubungan dengan waktu, baris berhubungan dengan objek. Setiap software animasi pasti memliki timeline untuk mencatat aktivitas objek kapan harus tampil di stage dan kapan harus menghilang.
HAL-HAL DASAR DALAM FLASH
1. Mengetahui dan mengubah properties
Panel Properties merupakan salah satu bagian yang sangat penting di flash.
Disini kalian bisa melihat properti/informasi detail tiap objek
Cobalah Klik daerah kosong di stage, kemudian kita bisa melihat ada beberapa informasi:
size : 550 x 400. yang berarti tinggi stage adalah 550 pixel dan lebar stage 400 pixel.
Background: warna stage
Frame Rate: 12 fps (12 frame per second) yang berarti dalam 1 detik akan di jalankan 12 frame.
sedangkan tombol publish setting berfungsi untuk mengatur settingan detail pada saat akan mempublikasi file flash yang telah kita buat.
readmore »»