Showing posts with label Paper. Show all posts
Showing posts with label Paper. Show all posts

MACAM-MACAM DEFINISI PEMBELAJARAN

Pembelajaran mempunyai banyak pengertian, beberapa ahli juga turut menyatakan pengetian pembelajaran. Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri.
Silakan download di sini .
readmore »»  

Wednesday, December 5, 2012 Tags: , 0 comments

ETIKA PENDIDIKAN, HUMANIORA YANG KIAN TERSISIH


Pendidikan merupakan sebuah jalan yang harus ditempuh oleh setiap manusia dengan berbagai macam ras, suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda. Karena di dalam prosesnya, pendidikan memberikan berbagai macam ilmu yang bermanfaat bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya di masa depan. Pendidikan berkontribusi banyak untuk membentuk manusia yang cerdas dan bermoral dengan memberikan ilmu-ilmu yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk moral yang baik agar manusia menjadi manusia yang intelektual namun tetap beretika.

Namun dalam perkembangannya, etika yang di dalamnya terdapat unsur-unsur yang salah satunya adalah humaniora semakin tertinggal dan kian tersisih. Banyaknya kasus-kasus dehumanisasi yang terjadi khususnya di Indonesia seolah-olah menekankan bahwa etika sudah tidak dijunjung tinggi. Padahal, etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas. (K. Bertens, 2005 : 11) Artinya adalah mau tidak mau di setiap kehidupan manusia secara tidak sadar selalu dihadapkan dengan norma dan nilai sosial yang membutuhkan etika sebagai pedomannya. Hal di atas seolah-olah diperkuat dengan sedikitnya peminat untuk belajar mengenai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan humaniora di perguruan tinggi, khususnya di Indonesia. Yang termasuk dalam ilmu humaniora adalah sastra klasik, bahasa, hukum, dll. Para calon mahasiswa lebih memilih belajar ilmu eksak daripada ilmu-ilmu humaniora. Hal ini harus sangat diperhatikan, karena mind-set yang demikian kelak bisa membuat nilai-nilai dan norma tidak diindahkan lagi.

Bagaimanapun canggihnya teknologi yang diciptakan oleh manusia, tanpa humaniora, teknologi tersebut tidak akan bermanfaat bagi manusia. Pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan, untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu perlu dipandu oleh nilai-nilai humaniora, agar terjamin kemanfaatannya untuk manusia. Itulah sebabnya mengapa humaniora harus tetap dijunjung tinggi dalam setiap kehidupan manusia. Makalah ini akan membahas mengenai humaniora yang kian tersisih, sebab-sebabnya, serta hubungannya dengan etika.

yuk mari didownload di sini :)
readmore »»  

METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

Pengembangan perangkat lunak dapat diartikan sebagai proses membuat suatu perangkat lunak baru untuk menggantikan perangkat lunak lama secara keseluruhan atau memperbaiki perangkat lunak yang telah ada. Agar lebih cepat dan tepat dalam mendeskripsikan solusi dan mengembangkan perangkat lunak, juga hasilnya mudah dikembangkan dan dipelihara, maka pengembangan perangkat lunak memerlukan suatu metodologi khusus. Metodologi pengembangan perangkat lunak adalah suatu proses pengorganisasian kumpulan metode dan konvensi notasi yang telah didefinisikan untuk mengembangkan perangkat lunak. Secara prinsip bertujuan untuk membantu menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas (Jaidan Jauhari .pdf). Berikut batu landasan yang menopang rekayasa perangkat lunak (Rogers S. Pressman, 2002:28)

Metodologi pengembangan perangkat lunak (atau disebut juga model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak) adalah suatu strategi pengembangan yang memadukan proses, metode, dan perangkat (tools) (Modul RPL.pdf). Metode-metode rekayasa perangkat lunak,  memberikan teknik untuk membangun perangkat lunak. Berkaitan dengan serangkaian tugas yang luas yang menyangkut analisis kebutuhan, konstruksi program, desain, pengujian, dan pemeliharaan (Rogers S. Pressman:2002).
Untuk menyelesaikan masalah di dalam pengembangan perangkat lunak, tim perekayasa harus menggabungkan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat bantu. Model proses rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat aplikasi dan proyeknya, metode dan alat-alat bantu yang akan dipakai, dan control serta penyampaian yang dibutuhkan.

selengkapnya, silakan download di sini ya :)
readmore »»  

Inovasi dalam Organisasi


Hal-hal tentang inovasi dengan berorientasi pada sasaran individual merupakan yang diharapkan menerima dan menerapkan inovasi adalah anggota sistem sosial sebagai pribadi pada makalah ini akan dibicarakan inovasi dalam organisasi artinya diharapkan diterima dan diterapkan inovasi oleh organisasi. Namun demikan tetep harus kita inget bahwa pada hakikatnya yang menjadi sasaran menerima dan menerapkan inovasi juga individu atau pribadi tetapi sebagai anggota organisasi. Dengan demikian maka pemahaman proses keputusan inovasi yang berorientasi pada individu tetap merupakan dasar untuk memahami proses inovasi dalam organisasi.
    Dengan memahami proses divusi inovasi dalam organisasi akan mudah untuk memahami proses divusi inovasi pendidikan, karena pada dasarnya pelaksana pendidikan formal adalah suatu organisasi. Pelaksana pendidikan formal secara nasional (makro) adalah organisasi departemen pendidikan dan kebudayaan beserta komponen-komponenya, sedangkan pelaksana pendidikan formal secara mikro di sekolah (organisasi sekolah).
    Agar dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana pelaksanaan inovasi pendidikan dan kaitannya dengan inovasi dalam organisasi, maka pada makalah ini, berturut-turut dijelaskan tentang: pengertian organisasi, kepekaan organisasi terhadap inovasi, tipe-tipe keputusan inovasi dalam organisasi, dan proses inovasi dalam organisasi.

untuk lebih jelasnya, silakan download di sini :)
readmore »»  

Thursday, May 19, 2011 Tags: , , , 0 comments

Contoh Makalah

BAB I PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
      Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.     Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning.      Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.     Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru.

B.    Rumusan Masalah 
1.    Apakah pengertian e-Learning?
2.    Seperti apakah metode penerapan e-Learning?
3.    Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penerapan e-Learning?
4.    Bagaimana cara mengembangkan e-Learning untuk pembelajaran? 
5.    Apa sajakah peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa?  

C.    Tujuan 
1.    Agar pembaca mengetahui pengertian e-Learning secara umum maupun menurut pendapat beberapa ahli. 2.    Agar pembaca mengerti apa saja metode penerapan e-Learning. 
3.    Agar pembaca memahami kelebihan dan kekurangan program e-Learning. 
4.    Agar pembaca maupun pihak yang ingin menyelenggarakan program e-Learning bisa memahami atau menambah wawasannya. 
5.  Agar pembaca mengetahui peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa serta manfaat-manfaatnya.          
BAB II     
PEMBAHASAN  
A.    Pengertian e-Learning    
E-Learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru dan belum begitu banyak digunakan di Indonesia. E-Learning berasal dari huruf ‘e’ yang berarti elektronik dan ‘learning’ yang berarti pembelajaran. Jadi, e-Learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika. (Soekartawi, 2007 : 23) Menurut Smaldino, dkk dalam bukunya yang berjudul Instructional Technology and Media for Learning (2008), menyebutkan bahwa Online Learning (also called electronic learning, or e-Learning) is the result of instruction that is delivered electronically using computer-based media. Hal ini berarti bahwa e-Learning adalah hasil dari sebuah pembelajaran yang dikirim secara elektronik menggunakan komputer yang berbasis media. Sedangkan pengertian menurut beberapa ahli : •    Darin E. Hartley E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. •    Matthew Comerchero E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet. •    Ellit Tronsen E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit dan pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran. •    Elliut Masie E-Learning adalah penggunaan jalinan kerja teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih, dan mengorganisir pembelajaran. •    Robert Peterson dan piper Jafray E-Learning adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran. •    Jaya Kumar C. Koran (Isjoni dan Firdaus, 2007 : 9) e-Learning sebagai sembarang pengajaran dan pengajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran............................................



Untuk mendownload makalah ini silakan klik download
readmore »»