Showing posts with label computer. Show all posts
Showing posts with label computer. Show all posts
Wednesday, December 12, 2012 Tags: , 0 comments

KLASIFIKASI INPUT/OUTPUT RPL

Pengelolaan perangkat I/O merupakan aspek perancangan sistem operasi yang terluas karena beragamnya peralatan dan begitu banyaknya aplikasi dari peralatan-peralatan itu.

Berdasarkan sasaran komunikasi (Hariningsih, 2003 : 87), klasifikasi perangkat I/O dibagi menjadi:
a.    Peralatan yang terbaca oleh manusia (Human Readable Machine)
Yaitu, peralatan yang cocok untuk komunikasi dengan user. Contohnya, Video
Display Terminal (VDT) yang terdiri dari layar, keyboard, dan mouse.
b.    Peralatan yang terbaca oleh mesin (Machine Readable Machine)
Yaitu peralatan yang cocok untuk komunikasi dengan peralatan elektronik.
Contohnya disk dan tape, sensor, controller.
c.    Komunikasi
Yaitu, peralatan yang cocok untuk komunikasi dengan peralatan-peralatan jarak jauh. Contohnya modem.

Klasifikasi lain yang dapat dilakukan terhadap peralatan I/O adalah berdasarkan unit transfer yang dilakukan perangkat I/O, yaitu sbb:
a.    Perangkat berorientasi blok (block-oriented devices
Peralatan mentransfer dari dan ke peralatan dengan satuan transfer adalah satu blok  sekumpulan karakter) yang telah ditentukan.
b.    Perangkat berorientasi aliran karakter (character-oriented devices)
Peralatan mentransfer dari dan ke peralatan berupa aliran karakter

terimakasih untuk referensinya :)

Terdapat perbedaan-perbedaan besar antarkelas peralatan tersebut. Bahkan untuk satu kelas saja terdapat berbedaan sangat besar. Perbedaan-perbedaan pokok antara lain mengenai:
•    Data rate
•    Aplikasi
•    Kompleksitas pengendalian
•     Unit yang ditransfer
•     Representasi data
•    Kondisi-kondisi kesalaha

Manajemen I/O mempunyai fungsi, di antaranya:
•    Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
•    Menangani interupsi peralatan I/O
•    Menangani kesalahan pada peralatan I/O
•    Memberi interface ke pemakai.

readmore »»  

Thursday, May 19, 2011 Tags: , , , 0 comments

Contoh Makalah

BAB I PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
      Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.     Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning.      Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.     Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru.

B.    Rumusan Masalah 
1.    Apakah pengertian e-Learning?
2.    Seperti apakah metode penerapan e-Learning?
3.    Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penerapan e-Learning?
4.    Bagaimana cara mengembangkan e-Learning untuk pembelajaran? 
5.    Apa sajakah peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa?  

C.    Tujuan 
1.    Agar pembaca mengetahui pengertian e-Learning secara umum maupun menurut pendapat beberapa ahli. 2.    Agar pembaca mengerti apa saja metode penerapan e-Learning. 
3.    Agar pembaca memahami kelebihan dan kekurangan program e-Learning. 
4.    Agar pembaca maupun pihak yang ingin menyelenggarakan program e-Learning bisa memahami atau menambah wawasannya. 
5.  Agar pembaca mengetahui peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa serta manfaat-manfaatnya.          
BAB II     
PEMBAHASAN  
A.    Pengertian e-Learning    
E-Learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru dan belum begitu banyak digunakan di Indonesia. E-Learning berasal dari huruf ‘e’ yang berarti elektronik dan ‘learning’ yang berarti pembelajaran. Jadi, e-Learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika. (Soekartawi, 2007 : 23) Menurut Smaldino, dkk dalam bukunya yang berjudul Instructional Technology and Media for Learning (2008), menyebutkan bahwa Online Learning (also called electronic learning, or e-Learning) is the result of instruction that is delivered electronically using computer-based media. Hal ini berarti bahwa e-Learning adalah hasil dari sebuah pembelajaran yang dikirim secara elektronik menggunakan komputer yang berbasis media. Sedangkan pengertian menurut beberapa ahli : •    Darin E. Hartley E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. •    Matthew Comerchero E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet. •    Ellit Tronsen E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit dan pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran. •    Elliut Masie E-Learning adalah penggunaan jalinan kerja teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih, dan mengorganisir pembelajaran. •    Robert Peterson dan piper Jafray E-Learning adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran. •    Jaya Kumar C. Koran (Isjoni dan Firdaus, 2007 : 9) e-Learning sebagai sembarang pengajaran dan pengajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran............................................



Untuk mendownload makalah ini silakan klik download
readmore »»  

Wednesday, May 18, 2011 Tags: , 0 comments

Kegunaan Media dalam Proses Pembelajaran


Siapa yang tidak tahu tentang media pembelajaran?? Yap, media pembelajaran akhir-akhir ini memang sangat sering digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang secara tradisional maupun yang sudah modern. Contohnya saja papan tulis. Papan tulis termasuk media pembelajaran yang bersifat masih tradisional. Contoh media yang modern yaitu LCD dan OHP. Tentu benda-benda tersebut sering kita dengar atau bahkan hampir setiap hari kita menggunakannya bukan? Nahh, dalam artikel mini ini, saya akan membahas mengenai kegunaan media pembelajaran. Dimulai dari pengertian, jenisnya, dan manfaat-manfaat yang bisa kita ambil : )
a)    Pengertian
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat dari dalam diri siswa. Jadi, media itu adalah sebagai perantara tersampaikannya sebuah pesan atau informasi. Misalnya, kita ingin mempresentasikan sebuah makalah yang kita buat, kemudian kita menggunakan LCD dan OHP untuk menampilkannya di depan umum (publik), dengan demikian, kita sudah menggunakan media dalam proses belajar mengajar (proses perkuliahan).
Sudah jelas kan pengertian media itu apa? Sekarang kita lanjut ke jenis-jenis media yuuukkk... cuuuzzz.. :D

b)   Jenis Media
Terdapat enam (6) kategori dasar jenis-jenis media, yaitu:
1)    Media teks. Teks adalah media yang terdiri atas nomor dan huruf alfabet yang mungkin terdapat dalam berbagai format, misalnya buku, poster, papan tulis, monitor komputer, dll.
2)   Media Audio. Audio adalah mencakup apapun yang bisa kita dengar, misalnya suara orang, musik, dll. Audio bisa kita dengar secara langsung maupun lewat rekaman.
3)   Visual. Visual biasa digunakan untuk mempromosikan pembelajaran, diantaranya adalah diagram dalam poster, gambar dalam papan tulis, foto, grafik dalam buku, kartun, dll.
4)   Video. Video adalah media untuk menampilkan gerakan, diantaranya DVD, animasi komputer, dll.
5)   Manipulasi Objek. Media ini adalah media yang berbentuk tiga dimensi dan bisa disentuh secara langsung atau bisa disebut dengan benda tiruan.
6)   Yang terakhir adalah orang (manusia). Diantaranya adalah guru, dosen, siswa, dll.

c)    Terakhir, yaitu manfaat klo kita menggunakan media pembelajaran..
1)    Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa karena dengan menggunakan media, siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan ceramah dari guru dan kemudian mengerjakan soal, tapi siswa juga bisa “memanjakan” matanya dengan slide-slide yang menarik (jika menggunakan LCD dan OHP)
2)   Bahan atau materi pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa, karena dengan menggunakan gambar, siswa bisa lebih gampang mengingat dan memahami materi tersebut.
3)   Metode mengajar akan lebih variatif, tidak melulu guru ceramah, sehingga akan menghemat tenaga guru
4)   Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena akan lebih sering mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dll.

Gimanaaaa??? Udah lumayan nambah kan pengetahuan kalian tentang Media Pembelajaran dan kegunaannya? Semoga seperti yang saya harapkan yaaah J amieeenn., kalau ada yang kurang jelas, silakan baca buku yang saya buat rujukan ::: Nana Sudjana. (2002). Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algesindo. Dan Smaldino dkk. (2008). Instructional Technology and Media for Learning. Ohio : Pearson Education. :::
readmore »»