Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts
Thursday, January 3, 2013 Tags: , 0 comments

KURIKULUM BARU BERI KESEMPATAN BANGUN KARAKTER ANAK

Meski menuai banyak pro dan kontra mengenai perombakan kurikulum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap akan melaksanakannya pada tahun ajaran 2013-2014. Hingga saat ini, pembahasan seputar penataan kurikulum masih terus dilakukan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa perombakan kurikulum ini penting dilakukan. Ia berpendapat dengan perubahan kurikulum ini, anak-anak mempunyai waktu untuk membangun karakter diri.

"Kenapa dirombak, supaya ada waktu untuk anak membangun diri karakternya. Kalau sekarang nggak ada waktu untuk itu, sekarang hanya PR dan itu membosankan," kata Musliar di Park Hotel, Rabu (10/10/2012).

Tidak hanya itu, ia menuturkan bahwa pada perubahan kurikulum nanti, siswa Sekolah Dasar (SD) tidak akan dibebani dengan mata pelajaran bermuatan ilmu pengetahuan. Anak-anak ini akan lebih diasah untuk pembentukan sikap dan ilmu dasar seperti membaca, menulis dan berhitung.

"Anak SD itu baca, tulis, hitung yang penting. Ilmu pengetahuan nggak perlu terlalu tinggi. Untuk apa kita sediakan buku dan alat, kalau membaca saja belum mengerti," ungkap Musliar.

Adapun enam mata pelajaran yang akan diberikan pada siswa kelas I-III SD ini adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak akan dihapus begitu saja, tetapi akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Sementara itu, untuk kelas 4 dan 6 SD masih belum disepakati.

Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), kepastian mengenai mata pelajaran yang akan diberikan masih dibicarakan. Ia menuturkan bahwa pembahasannya ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Untuk SMP dan SMA, mata pelajarannya juga akan berkurang tapi belum final. Ini masih didiskusikan, nanti akhir tahun ini selesai," tandasnya.

Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013 dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014. Nantinya kurikulum baru ini akan menitikberatkan pada mata pelajaran yang membentuk sikap untuk siswa SD, mengasah keterampilan untuk siswa SMP dan membangun pengetahuan untuk siswa SMA.

Dikutip dari kompas Edisi Kamis, 11 Oktober 2012
readmore »»  

BAHASA INGGRIS AKAN DIHAPUS DARI KURIKULUM SD

Mata pelajaran Bahasa Inggris tidak akan lagi dimuat dalam kurikulum wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) yang akan diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran 2013-2014. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, mata pelajaran ini ditiadakan untuk siswa SD karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa Indonesia sebelum mempelajari bahasa asing.

"SD tidak ada pendidikan Bahasa Inggris karena Bahasa Indonesia saja belum ngerti. Sekarang ada anak TK saja les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram hukumnya. Kasihan anak-anak," kata Musliar, di Park Hotel, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Ia menegaskan bahwa aturan ini harus diikuti oleh semua sekolah. Namun, jika ada sekolah yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran tambahan, itu merupakan persoalan lain dan akan dipertimbangkan lagi.

"Sekolah harus ikuti ini kalau dijadikan tambahan itu persoalan lain. Akan tetapi, untuk sekolah negeri, jelas tidak boleh," ujar Musliar.

Untuk sekolah internasional yang umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, pihaknya belum melakukan kajian mendalam. Namun, kurikulum baru ini tetap akan dirumuskan dan untuk sekolah internasional akan diatur belakangan.

"Kurikulum tetap kami buat, tetapi untuk internasional akan kita atur belakangan. Yang jelas mereka harus ikuti ketentuan kurikulum kita, enggak boleh lepas," tandasnya.

Seperti diketahui, kurikulum untuk siswa SD akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Namun, ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi.

Artikel ini diambil dari kompas.com Edisi Kamis, 11 Oktober 2012
readmore »»  

KURIKULUM PENDIDIKAN DI INDONESIA TERLALU KOMPLEKS

Kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia dinilai terlalu kompleks dibandingkan kurikulum yang diterapkan di beberapa negara maju sehingga beban siswa dalam belajar semakin berat.
Hal itu pula yang menyebabkan banyak siswa di Indonesia merasa dipaksa untuk menguasai materi/ketrampilan yang sebenarnya tidak sesuai dengan bakat mereka.
Hal tersebut terungkap dalam Studium General di Universitas Pakuan yang menghadirkan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, HE David L Taylor sebagai pembicara, akhir pekan lalu.
Menurut Taylor, kurikulum pendidikan di Selandia Baru relatif ringan dan mudah diterapkan untuk siswa. "Kebanyakan menekankan pada skill atau ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada dalam kehidupannya sekarang dan nanti," kata Taylor.
Selain itu, setiap jenjang pendidikan juga disesuaikan dengan kemampuan siswa. Banyaknya materi soal kemampuan menghadapi masa depan juga dinilai Taylor sebagai salah satu hal yang membuat siswa lebih kreatif.
Sementara itu, Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini yang juga pemerhati pendidikan mengatakan kurikulum pendidikan di Indonesia terlalu kompleks. "Hal ini jika dibandingkan dengan kurikulum yang ada di negara lain seperti yang diceritakan Dubes Selandia Baru," kata Bibin.
Karena beban kurikulum yang berat, tak hanya siswa yang terbebani, tetapi juga guru dalam mentransfer ilmu juga terbebani. Hasilnya, siswa tidak banyak menguasai suatu materi, begitu pula guru. "Kurikulum mereka (Selandia Baru) simpel, di kita complicated sehingga beban siswa overload," kata Bibin.
Kurikulum di Indonesia yang cenderung fokus pada kemampuan intelektual membuat bakat siswa tidak berkembang. Padahal, sebenarnya bakat siswa bermacam-macam dan tidak bisa dipaksa harus berada di bidang Matematika atau IPA.
"Di kita, yang punya talenta di bahasa tidak bisa berkembang karena dipaksa harus bisa Matematika," lanjut Bibin.
Selain itu, Bibin juga menyoroti soal berkurangnya muatan etika dalam pengajaran yang dilakukan para guru saat ini. "Seharusnya selain peduli pada kemampuan intelektual, juga memerhatikan etika. Soft skill juga merupakan materi yang penting agar siswa bisa bersikap baik dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Akibat materi soft skill yang kurang tergali, dikatakan Bibin, saat ini tawuran serta bentrok makin marak. Selain itu, Bibin juga mengingatkan banyaknya aturan dan ketentuan yang ada dalam sistem pendidikan tidak diimplementasikan.
"Jika dilihat, sistem pendidikan kita tidak jauh berbeda dengan negara lain. Hanya saja, di negara lain diimplementasikan dengan baik, sedangkan di kita hanya sekadar aturan," lanjutnya.
Dicontohkan Bibin, kebijakan sekolah gratis tidak diterapkan dengan baik sehingga masih banyak siswa tidak mampu yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena keberatan dengan biaya pendidikan yang mahal. Jadi kebijakan yang ada diimplementasikan dengan baik, terutama soal wajib belajar, maka angka partisipasi kasar pendidikan kita, lanjut Bibin tentu akan semakin meningkat.
 
Artikel ini dikutip dari PikiranRakyat. Edisi
readmore »»  

Wednesday, December 19, 2012 Tags: , 0 comments

MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

Salah satu potret pendidkan kita
Diperkirakan tahun 2020-2030 bangsa ini diprediksi memulai mencapai zaman  keemasan,    penduduk yang besar , usia muda dan produktif ditambah sumber alam yang begitu besar yang memungkinkan membawa keuntungan yang besar bagi bangsa ini.
PR bagi kita semua jika potensi sumber daya manusia yang trampil, berkemampuan dan berkepribadian, sehat jasmani rohani untuk mengelola suber daya alam tersebut. Orang Arab pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah surga dunia. Kusplus dengan lagunya berjudul Kolam Susu mengatakan dalam syairnya bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiadaa topan kutemui, ikan dan udang menghampiri diriku ……
Kunci bangsa ini untuk meraih zaman keemasan salah satunya adalah Pendidikan
Masalahnya adalah bahwa pendidikan di Indonesia masih banyak tersimpan berbagai masalah . BPS mencatat bahwa tahun 2010 dari 40 juta angkatan kerja 49,5% hanya berpendidkan SD, 19,1% berpendidkan  SMP, 23.4%  berpendidikan  SLA,  2,8%  setara D4, 4, 8% berpendidikan S1.
Selain daripada itu adanya kesenjangan antar daerah yang sangat besar , pendidikan menengah dari 497 kab/kota, 235  diantarnya angka partisipasi kasar (APK) mencapai 47,3%, itu berarti masih banyak warga yang belum bisa menikmati pendidikan pada tingkat SLA.
Persoalan lain adalah tentang kesejahteraan guru . coba kita bayangkan hari gini guru yang konon disebut pahlawan tanpa tanda jasa, sebagai ujung tombak kemajuan bangsa dan Negara masih ada guru yang digaji Rp. 100.000, per bulan, permasalahan sertifiakasi guru, permasalah kualitas guru, masalah pengangngkatan guru Bantu dan masalah-masalah pendidikan lainya yang belum terselesaikan.
Masalah yang sederhana saja yang sering muncul yaitu gaji guru yang rendah sebenarnya gampang solusinya naikan saja, ( daripada dikorupsi) kompetensi guru yang rendah tinggal diperbaiki saja apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan pada guru, jangan lupa kompetensi Kepala Sekoalah dan Pengawas juga perlu dievaluasi, apakah kepala sekolah dan pengawas diangkat karena kompetensinya . atau diangkat karena kepala sekolah bisa dipakai sebagai alat politik.
Jika ada suatu pertanyaan apakah guru sanggup menyiapkan generasi muda masa depan yang dibutuhkan sesuai jamannya ? maka jawabnya adalah sanggup . Pemerintah harus mengurus soal penyedian , distribusi, kualifikasi, sertifikasi, pelatiahan, karier, kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan.
Masalah yang semakin lengkap.
Mantan Rektor Universitas Sanata Dharma yagyakarta pernah mengatakan bahwa pemerintah yang tidak secara jelas mendasarkan pada filosofi pendidikan membuat praktis pendidikan dilapangan dikembangan sesuai filsafat masing-masing sekolah.  Sehingga para guru terjebak dalam ketidak jelasan untuk mencapai tujuan nasional pendidikan mencerdaskan bangsa dengan menjadikan anak bangsa sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Contoh Ujian nasional ( UN ) pendidikan koqnitif menjadi fokus utama para guru kehilangan semangat sebagai pendidik dipersempit. Menjadi guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan.

Artikel ini dibuat oleh Mr. Pamuji untuk kompas.
readmore »»  

Monday, December 17, 2012 Tags: , 0 comments

KURIKULUM 2013, FOKUS PADA GURU

guru

JAKARTA – Penerapan kurikulum 2013 hanya berhasil bila kompetensi guru baik. Pemerintah diharapkan jangan hanya fokus pada debat isi kurikulum. Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fasli Jalal mengakui kurikulum perlu direvisi.
Jumlah mata pelajaran perlu disederhanakan karena sekarang terlalu banyak. Selain itu, revisi kurikulum juga untuk meningkatkan kompetensi kelulusan. Namun dia menegaskan keberhasilan kurikulum sangat tergantung pada guru.
“Saran saya mari fokus ke gurunya sekarang. Kesempurnaan ini (kurikulum) nomor dua dan jauh lebih penting kurikulum yang jelek di tangan guru yang baik daripada kurikulum bagus tapi ditangani guru yang tidak baik maka tidak ada gunanya,” kata Fasli.
Oleh karena itu, dia meminta semua pihak mulai dari pemerintah daerah, pengawas, PGRI, hingga pemerintah pusat bahu-membahu melatih peningkatan kompetensi guru. Saat ini, pemerintah sudah merencanakan akan melatih 45.000 guru sebagai master trainer.
Namun, dia mengingatkan pelatihan harus berjalan secara berkelanjutan sebab pelatihan satu kali tidak akan menjawab semuanya. Untuk itu, perlu dibangun support system sehingga ketika guru menghadapi masalah saat mempraktikkan kurikulum baru ada sistem yang bisa segera membantu.
Fasli menekankan pemerintah perlu mengerahkan semua kelompok kerja guru, musyawarah guru mata pelajaran hingga ke pedesaan untuk memastikan kurikulum baru diimplementasikan dengan tepat.
Waktu penerapan kurikulum yang hanya tinggal enam bulan harus harus mendorong pemerintah mencari bentuk pelatihan yang paling canggih dan bisa memastikan guru mampu menjalankan kurikulum baru.
“Jadi apa pun masalah yang dihadapi guru pada jam berapa pun tentang topik apa pun bisa langsung mencari jawaban pada support system yang sudah dibangun. Bisa lewat email, SMS, atau telepon,” kata Fasli.
Sistem pendukung ini bisa dibangun oleh LPMP, P4TK, dan perguruan tinggi dan orang yang memiliki profesi terkait di dalamnya, sehingga tidak hanya tergantung pada pelatihan yang hanya sekali saja.
Pengamat pendidikan Arif Rahman juga menegaskan faktor guru merupakan yang paling penting di samping buku mata ajar dalam penerapan kurikulum baru. Pemerintah diminta jangan lalai dalam menyiapkan guru.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga mengatakan persiapan implementasi kurikulum 2013 melingkupi dokumen kurikulum, persiapan buku, persiapan guru, dan jadwal induk. Khusus untuk kurikulum, Mendikbud mengatakan akan membentuk master teacher yang dipilih dari guru-guru berprestasi dan kinerja terbaik.
“Jadi untuk guru-guru yang berprestasi dan memiliki kinerja baik akan dilatih oleh pelatih yang juga guru atau kepala sekolah yang juga berprestasi, memiliki skill memadai dan hasil anak didiknya juga bagus. Guru ini bisa diambil dari mana saja, tidak hanya kota besar. Hasil UKG, UKA, dan sertifikasi juga jadi bahan pertimbangan,” katanya.

Sumber : infodiknas
readmore »»