Showing posts with label E-Learning. Show all posts
Showing posts with label E-Learning. Show all posts
Thursday, January 3, 2013 Tags: , 0 comments

HAMBATAN E-LEARNING DI INDONESIA

Berikut ini yang akan saya bahas adalah hambatan dan masalah e-learning di Indonesia. Artikel ini disusun oleh E. Effendi,SE,MBA  

Di dalam penerapannya di Indonesia, e-learning juga memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang harus diwaspadai, seperti sebagai berikut
- Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pelatihan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya. Sehingga bila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian besar. Investasi ini dalam bentuk kapital atau pun sumber daya manusia,
- Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pelatihan melalui komputer, dimana hal ini baru dimiliki oleh sebagian kecil sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, change management yang handal sangat diperlukan untuk menjamin kesuksesan penerapan e-learning ini
- Teknologi dan Infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan yang handal, dan teknologi yang tepat. Akan tetapi, ketersediaaan infrastruktur dan teknologi ini masih belum memadai bagi beberapa perusahaan.
- Desain Materi. Penyampaian materi dalam bentuk e-learning, tentu berbeda dengan penyampaian materi dalam training konvesional. Penyampain materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
Seringkali hambatan dan keterbatasan e-learning tersebut membuat implementasi e-learning di Indonesia berjalan dengan sangat lamban. Bahkan, tidak jarang hambatan tersebut membawa perusahaan pada kegagalan implementasi yang merugikan perusahaan jutaan dollar atau miliaran rupiah.

Walaupun terdapat keterbatasan dan hambatan di Indonesia, penerapan e-learning di dunia, termasuk di negara tetangga terus melaju pesat. Para praktisi pelatihan di dunia sudah tidak meragukan akan meledaknya penggunaan e-learning di dunia, mereka hanya tinggal menunggu waktunya. Semua perusahaan-perusahaan kelas dunia telah bergerak ke arah e-learning ini.
Siapkah perusahaan Anda menghadapi fenomena pelatihan ini? Ataukah Anda akan semakin tertinggal dari kompetisi yang kita ketat.
readmore »»  

E-LEARNING DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SISWA


Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.
Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning. 
Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.
Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru. Ingin tahu lebih lanujut? Silakan download makalahnya di sini.
readmore »»  

Wednesday, December 12, 2012 Tags: , 0 comments

KEGIATAN OBSERVASI DI UNIVERSITAS TERBUKA - YOGYAKARTA



BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan saat ini berkembang begitu pesat seiring perkembangan zaman. Walaupun pendidikan konvensional saat ini masih bertahan, namun perkembangan pembelajaran yang melibatkan teknologi dan informasi begitu cepat mendapat perhatian masyarakat. Salah satu yang saat ini hangat dibicarakan adalah pembelajaran e-learning. E-learning dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya adalah sebagai sistem pembelajaran dalam Universitas Terbuka (UT). UT merupakan universitas yang terbuka, yaitu tidak ada batasan umur, tempat, dan status untuk belajar.

Untuk UT, e-learning sangat dibutuhkan untuk komunikasi antara tutor dengan mahasiswa. E-learning digunakan untuk berdiskusi secara online, bertukar pendapat, hingga mengikuti kuliah secara streaming.

Setelah saya melakukan observasi di UT beberapa waktu yang lalu untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran e-learning di UT dilaksanakan, berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai deskripsi UT, sistem pembelajarannya, serta proses pembelajaran e-learningnya.

B.  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana deskripsi tentang UT?

2.      Bagaimana sistem pembelajaran di UT?

3.      Bagaimana proses pembelajaran e-learning di UT?

4.      Apa saja keuntungan kuliah di UT?

C.  Tujuan

1.      Mengetahui deskripsi UT

2.      Mengetahui sistem pembelajaran di UT

3.      Memahami proses pembelajaran e-learning di UT

4.      Mengetahui keuntungan kuliah di UT

D.  Metode Pelaksanaan

Observasi dilakukan pada tanggal 06 November 2012 pada pukul 09.00 WIB di UPBJJ – UT Yogyakarta, Jl.Bantul No. 50 A Yogyakarta. .Dalam observasi ini, penulis menggunakan metode wawancara. Nara sumber saat observasi adalah ibu Diah Astuti selaku ka. UT bagian Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar serta teknisi ICT, Nanda.

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Deskripsi Universitas Terbuka (UT)

Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menyelenggarakan pendidikan melalui sistem terbuka dan jarak jauh. UT diresmikan sebagai PTN ke-45, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984.

Istilah “terbuka” dalam sistem pembelajaran UT, mengandung makna bahwa setiap orang dapat menjadi mahasiswa UT tanpa ada pembatasan, baik tahun kelulusan ijazah SMA, batasan usia, maupun tempat tinggal. Sedangkan istilah “jarak jauh” mengandung pengertian adanya jarak antara pengajar dan yang belajar. Jarak ini dijembatani dengan dikembangkannya media yang didesain khusus untuk belajar jarak jauh.

UT telah memperoleh Sertifikat Kualitas dan Akreditasi Internasional dari International Council for open and Distance Education/ICDE Standards Agency (ISA) pada 12 Agustus 2005. ICDE menyatakan bahwa UT telah menerapkan sistem PTTJJ berkualitas tinggi melebihi standar penyelenggaraan dan penyediaan layanan PTTJJ kepada mahasiswa. ICDE telah melakukan Quality Review kinerja institusi PTTJJ untuk meningkatkan kepercayaan publik supaya standar kualitas dan penyediaan layanan kepada mahasiswa dalam PTTJJ benar-benar dijaga dan terus ditingkatkan. Selain itu, pada 14 Maret 2006, UT berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000 untuk Layanan Bahan Ajar. Pada 4 September 2007, UT memperoleh ISO 9001:2000 untuk Pengembangan Bahan Ajar dan Bahan Ujian. Pada 2007 dan 2008 UT memperoleh ISO Sistem Manajemen untuk 23 UPBBJ-UT. Sementara pada tahun 2008, UT memperoleh ISO bidang Layanan Administrasi Akademik, serta ISO bidang Promosi dan Kerjasama.

UT membuka beberapa jurusan yang dikelompokkan dalam fakultas-fakultas, yaitu FKIP, FMIPA, FEKON, FISIP, Pasca Sarjana, dan Program Sertifikat.

B.  Sistem Pembelajaran di UT

UT menggunakan sistem pembelajaran mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi tentang bantuan belajar kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.

Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efektif. Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efektif, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.

Mahasiswa yang belajar di UT harus mampu mengontrol dan mengatur waktu belajarnya, serta mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar secara mandiri. Dengan kata lain, mahasiswa harus mempunyai strategi belajar yang baik dan efektif agar bisa berhasil dalam belajar PJJ di UT.

C.  Proses Pembelajaran (E-Learning) di Universitas Terbuka (UT)

Oleh karena UT merupakan universitas terbuka yang siapa saja bisa bergabung tanpa memandang tempat, usia, dan profesi, maka di dalam UT menggunakan program e-learning untuk menjangkau dan untuk berkomunikasi antara mahasiswa dengan dosen.

Mahasiswa diberikan modul yang sudah dirancang oleh tutor. Modul dirancang sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh mahasiswa. Modul biasanya akan diupload dalam website UT, yaitu www.ut.ac.id namun modul tidak bisa dicetak. Jika ada mahasiswa yang menghendaki untuk membeli modul atau ingin punya modul atau bantuan belajar dalam bentuk cetak, pihak UT tidak menyediakan modul untuk dijual, namun, mahasiswa bisa membeli secara langsung ke penerbit online yang bekerjasama dengan UT, melalui transaksi bank.

Mahasiswa bisa mempelajari modul yang sudah diupload ke website UT secara mandiri, namun jika mahasiswa masih kurang bisa memahami materi yang terdapat dalam modul, UT menyediakan bantuan belajar yang berupa tutorial tatap muka dan tutorial online. Tutorial tatap muka dilaksanakan selama delapan (8) kali dalam satu semester.. Sedangkan tutorial online bisa menggunakan website www.ut.ac.id.

     

       Tutorial tatap muka terjadwal. Dalam proses pembelajarannya, selain menggunakan website, UT juga mengadakan tatap muka terjadwal selama delapan (8) kali dalam satu semester. Merujuk pada pembahasan sebelumnya, tutorial tatap muka terjadwal ini dilakukan untuk membantu mahasiswa mempelajari modul. Jika masih dibutuhkan, tutorial tatap muka terjadwal ini bisa dilaksanakan lebih dari 8 kali jika mahasiswa merasa kurang paham hanya dengan mempelajari modul saja.

Tutorial online. Tutor ditunjuk oleh fakultas pusat yang berlokasi di Jakarta (pusat UT), oleh karena itu, tidak semua tutor bisa mengajar di UT. Tutor yang ditunjuk tersebut pasti sudah melewati pelatihan untuk menjadi tutor online untuk PJJ. Di dalam tutorial online juga disajikan rancangan tugas, panduan penilaian, dan jawaban.

Tutor. Tutor harus membuat rancangan aktivitas tutorial, satuan aktivitas tutorial sebanyak 8, karena ada 8 kali inisisasi (pertemuan/tatap muka). Dalam pembelajaran konvensional, satuan aktivitas tutorial dinamakan RPP. Tutor diperbolehkan membuat modul yang diwujudkan dalam 8 inisiasi tersebut. Materi inisiasi dibuat agar mahasiswa mudah dalam memahami materi yang disampaikan pada saat tutorial, sehingga inisiasi harus dibuat secara kreatif oleh tutor. Dalam inisiasi-inisiasi juga terdapat diskusi.

Evaluasi. Untuk evaluasi prosesnya, tugas-tugas akan diberikan pada pertemuan 3, 5, dan 7. Kontribusi tatap muka dan tutorial online dalam evaluasinya adalah 50% dan 30%. Selanjutnya 20% nya lagi adalah untuk UAS. UAS dilaksanakan hanya pada hari minggu saja. Tempat ujiannya dikelompokkan berdasarkan wilayah, misalnya untuk mahasiswa yang berada di Magelang, bisa mengikuti ujian di SMA 1 Magelang, dsb.

Untuk bentuk soal saat UAS, biasanya adalah multiple choice. Saat UAS, 1 kelas terdapat 20 siswa. Jika terdapat pola jawaban yang sama dengan presentase 10%, maka akan diberikan nilai E. Seandainya saat UAS mahasiswa tidak bisa hadir, maka ia tidak lulus dalam semester tersebut dan harus mengulangi ujian pada semester berikutnya.

D.  Keuntungan Kuliah di UT

Ada beberapa keuntungan kuliah di UT, diantaranya adalah:

1.      Mendapat ijazah negeri, seperti PTN lainnya

2.      Kualitas UT sudah diakui secara internasional.

3.      Bisa kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan, karena jam belajar bisa disesuaikan dengan waktu mahasiswa

4.      Bahan kuliah (modul) yang lengkap, rinci, dan sangat mudah untuk dipelajari secara mandiri

5.      Untuk kuliah-kuliah tertentu disedikan tutorial, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa

6.      Sistem administrasi dan komunikasi yang baik, dimana berbagai infoemasi dapat diakses melalui internet dan HP.

     

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

UT merupakan suatu terobosan baru dalam hal pendidikan di Indonesia. Dalam proses pelaksanaannya, UT menggunakan e-learning untuk kegiatan pembelajarannya. Menurut ibu Diah Astuti, UT cocok di Indonesia mengingat masyarakat di Indonesia sudah IT-minded. Namun, jika dilihat dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang kurang bisa memanfaatkan IT untuk hal-hal yang positif, UT kurang cocok diterapkan. Teknolog Pendidikan sangat berperan dalam UT, yaitu bisa berkontribusi dalam mengembangkan  atau membuat inisiasi agar lebih menarik untuk dipelajari, sehingga mahasiswa bisa dengan mudah memahami materi yang ada dalam modul.
readmore »»  

Monday, December 10, 2012 Tags: , 0 comments

E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

1. Peran E-Learning

Di dunia pendidikan dan pelatihan sekarang, banyak sekali praktik yang disebut e-learning. Sampai saat ini, pemakaian kata e-learning sering digunakan semua kegiatan pendidikan yang menggunakan media komputer dan atau internet. Banyak pula penggunaan teknologi yang memiliki arti hampir sama dengan e-learning. Web based learning, online learning, computer-based training/learning, distance learning, computer-aided instruction, dan lain sebagainya, adalah terminologi yang sering digunakan untuk menggantikan e-learning. Terminologi e-learning sendiri dapat mengacu pada semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi. Karena ada bermacam penggunaan e-learning saat ini, maka ada pembagian atau pembedaan e-learning. Menurut Effendi dan Hartono Zhuang (2005:7-8) pada dasarnya, e-learning mempunyai dua tipe, yaitu synchronous and asynchronous.

E-learning umumnya selalu diidentifikasikan dengan penggunaan internet untuk menyampaikan pelatihan. Namun, saat ini, media penyampaian e-learning sangat beragam. Penyampaian pelajaran lewat internet dilakukan oleh perusahaan-perusahaan e-learning dan universitas online seperti Universitas Global 21 atau University 24/7. hal ini karena mereka ingin memperoleh jumlah pelajar yang besar dan berasal dari berbagai wilayah. Oleh karena itu, internet, yang memiliki jangkauan luas, menjadi pilihan media yang tepat. Karena faktor keamanan data dan biaya koneksi, perusahaan umumnya menggunakan intranet yang menghubungkan komputer-komputer di kantor-kantor cabang. Perusahaan pun menggunakan internet untuk memberikan akses dari rumah bagi karyawan. Sekolah-sekolah yang memiliki laboratorium komputer menggunakan local area network (LAN) untuk menghubungkan komputer sebagai media e-learning. Apabila ada situasi, di mana network komputer tidak tersedia, e-learning dapat diberikan dalam media CDROM. Jadi, peserta dapat membawa CDROM dan memainkannya di komputer rumah maupun komputer di meja kantor.

Keuntungan penggunaan e-learning dijelaskan oleh Effendi dan Hartono Jhuang (2005:9) antara lain: Mengurangi biaya pelatihan, fleksibilitas waktu, fleksibilitas tempat, fleksibilitas kecepatan pembelajaran, standarisasi pengajaran, efektivitas pengajaran, kecepatan distribusi, ketersediaan on-Demand dan otomatisasi proses administrasi. Sedangkan lebih lanjut keterbatasannya menurut Effendi dan Hartono (2005:15) antara lain: menuntut budaya self learning, investasi, teknologi, infrastruktur dan materi.

Evaluasi dilakukan terhadap hasil pembelajaran peserta pelatihan yang berhubungan dengan pemakaian materi. Penilaian akan dilakukan secara bertingkat sebagai berikut: (1) mengukur kepuasaan peserta pelatihan dari segi interaksi dan tampilan program e-learning; (2) mengukur hasil pembelajaran, apakah peserta pelatihan dapat menyerap materi; (3) mengukur apakah materi pembelajaran benar-benar digunakan oleh peserta pelatihan ketika melakukan kegiatan sehari-hari sehingga kinerja meningkat; dan (4) mengukur berapa banyak hasil yang didapat oleh organisasi dengan adanya pelatihan e-learning sehingga kinerja sumber daya manusia meningkat. Hasil tersebut dapat dibandingkan dengan jumlah investasi yang ditanam agar mendapatkan hasil ROI (return on investment) dari penerapan e-learning.

 2. Pembelajaran Efektif

Pembelajaran merupakan upaya sadar dan disengaja oleh dosen/pengajar untuk membuat mahasiswa/siswa belajar melalui pengaktifan berbagai unsur dinamis dalam proses belajar siswa. Beberapa ciri-ciri pembelajaran dikemukakan oleh Gagne (1975), sebagai berikut: Mengaktifkan motivasi, memberikan tujuan belajar, mengarahkan perhatian, merangsang ingatan, menyediakan bimbingan belajar, meningkatkan retensi, melancarkan transfer belajar dan memperlihatkan penampilan dan memberikan umpan balik. Lebih lanjut Oemar Hamalik (1999) menjelaskan tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran sebagai berikut: (1) Rencana, ialah penataan ketenagaan, material, dan prosedur, yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran dalam suatu rencana khusus; (2) salingketergantungan (interdependence) di antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat esensial dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran; (3) tujuan, sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Pembelajaran efektif menurut Sutikno (2004:88) ialah suatu pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang dinginkan.

Menurut Prof. Dr. Nasution (1989) menyebutkan ciri-ciri pengajar yang efektif antara lain: (1) mulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya; (2) berada terus di dalam kelas dan mengunakan sebagian besar dari jam pelajaran untuk mengajar dan membimbing pelajaran; (3) memberi intisari pelajaran lampau pada permulaan pelajaran baru; (4) mengemukakan tujuan pelajaran lampau pada permulaan pelajaran; (5) menyajikan pelajaran baru langkah demi langkah dan memberikan latihan pada akhir setiap pelajaran; (6) memberikan latihan praktis yang mengaktifkan semua siswa; (7) memberikan bantuan siswa, khususnya pada permulaan pelajaran; (8) mengajukan banyak pertanyaan dan berusaha memperoleh jawaban dari semua atau sebanyak-banyaknya siswa untuk mengetahui pemahaman setiap siswa; (9) bersedia mengajar kembali apa yang belum dipahami siswa; (10) membantu kemajuan siswa, memberikan bahan/materi yang sistematis dalam memperbaiki setiap kesalahan; (11) mengadakan review atau pengulangan tiap minggu secara teratur, dan (12) mengadakan evaluasi berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan. Banyak upaya yang dapat dilakukan oleh dosen dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran. Pendekatan sistem dalam perancangan pembelajaran model Dick & Carey (1990) terdiri dari sepuluh langkah, yakni identifikasi tujuan pembelajaran dengan analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran khusus, pengembangan tes acuan patokan, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan dan pemilihan materi pembelajaran, perancangan dan penyelenggaraan evaluasi formatif, revisi, serta rancangan dan penyelenggaraan evaluasi sumatif. Setiap penyelenggaraan pembelajaran perlu menguasai pelaksanaan langkah-langkah pendekatan sistem perancangan pembelajaran agar pembelajaran yang dilaksanakan bisa efektif. Heinich, Molenda, Russel dan Smaldino (1996) menyebutnya penggunaan model ASSURE (Analyse learners, State objectives, Select methods, media, and materials, Utilize media and materials, Require learner participation, dan Evaluate and revise). Moore (1999) menjelaskan 6 langkah yang berkesinambungan dalam suatu model pengajaran yang efektif, yaitu (1) memahami situasi dalam belajar, (2) merencanakan pelajaran, (3) merencanakan tugas-tugas, (4) melaksanakan kegiatan belajar, (5) pengajar menentukan ketercapaian maksud, dan tugas(6) menindak lanjuti .


 Artikel selengkapnya, bisa dibaca di sini :)
readmore »»