Showing posts with label download. Show all posts
Showing posts with label download. Show all posts
Thursday, January 3, 2013 Tags: , , 0 comments

VIDEO TUTORIAL PHOTOSHOP UNTUK PEMULA #1

Hai, saya ingin membagi video tutorial niiihh....
Video ini bisa dilihat aja, atau kalau mau download, klik di sini ya :)
Selamat mencoba!


readmore »»  

PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING

Saya pernah membuat sebuah proposal penelitian tentang Quantum Learning, entah kenapa saya begitu menyukai Quantum learning. Sedikit penjelasan, Quantum learning adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi situasi belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif ataupun negatif. (DePotter, Bobbi, 2004 : 14)

Dengan demikian, guru atau pendidik sangat diharapkan kemampuannya untuk bagaimana mengajar dengan menyertakan seni sebagai gayanya dalam mengajar. Selain, suasana belajar yang memberdayakan dan menyenangkan, guru juga harus bisa menyusun rancangan belajar yang dinamis. Rancangan belajar disusun dengan memperhatikan penciptaan unsur-unsur penting yang bisa menumbuhkan minat siswa, mendalami makna, dan cara evaluasinya. Landasan dan lingkungan belajar yang baik juga turut menentukan keberhasilan proses belajar dalam metode Quantum Learning. Landasan adalah kerangka kerja yang di dalamnya terdapat tujuan, keyakinan, kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan aturan bersama yang memberi guru dan siswa sebuah pedoman untuk bekerja dalam sebuah komunitas belajar. (Bobbi DePortter, dkk, 2004 : 14). Jika keempat aspek di atas benar-benar dilakukan dengan cermat dan baik, maka keberhasilan mengajar guru dan peningkatan hasil belajar siswa telah mencapai tujuan yang diharapkan dalam metode Quantum Learning ini. 

Untuk lebih jelasnya, silakan download makalahnya di sini dengan harapan, bukan untuk di copas tapi hanya untuk referensi saja. Trims
readmore »»  

MODEL PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF

A. PENGERTIAN
Pembelajaran kreatif dan produktif adalah model yang dikembangkan dengan mengacu kepada berbagai pendekatan pembelajaran yang diasumsikan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Pembelajarn ini berpijak kepada teori konstruktivistik dimana belajar adalah usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya, dengan demikian dalam pembelajaran ini para siswa diharapkan dapat mengkonstruksi sendiri konsep atau materi yang mereka dapatkan. Pendekatan pembelajaran kreatif produktif antara lain : belajar aktif, kreatif, konstruktif serta kolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap pendekatan tersebut diintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang memungkinkan siswa mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk yang bersumber dari pemahaman mereka terhadap konsep yang sedang dikaji.
Pembelajaran kreatif produktif ini berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar :
  1. Keterlibatan siswa secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran
  2. Siswa didorong untuk menemukan / mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara seperti observasi,diskusi atau percobaan
  3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama
  4. Untuk menjadi kreatif, seseorang harus bekerja keras, berdedikasi tinggi, antusias serta percaya diri
Dengan mengacu pada karakteristik tersebut, model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi, baik topik-topik yang bersifat abstrak maupun yang bersifat konkret. Materi yang sesuai dengan model pembelajaran tersebut merupakan materi yang menuntut pemahaman yang tinggi terhadap nilai, konsep atau masalah actual di masyarakat serta ketrampilan menerapkan pemahaman tersebut dalam bentuk karya nyata. Materi ini dapat berasal dari berbagai bidang study, seperti apresiasi sastra dari bidang study bahasa Indonesia, masalah ekonomi dari IPS, masalah polusi dari IPA dan lain sebagainya.
Pembelajaran ini bertujuan untuk
  1. Memahamkan konsep terhadap suatu nilai, konsep atau masalah tertentu.
  2. Mampu menerapkan konsep / memecahkan masalah
  3. Mampu mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pada dasarnya kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat langkah. Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru / dosen dengan berpegang pada hakekat setiap langkah. Langkah-langkah tersebut yaitu :
  1. Orientasi
Kegiatan pembelajaran diawali dengan orientasi untuk mengkomunikasikan dan menyepakati tugas dan langkah pembelajaran. Guru mengemukakan tujuan, materi, waktu, langkah, hasil akhir yang diharapkan dari siswa serta penilaian yang diterapkan. Siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya. Dengan negosiasi tersebut diharapkan akan terjadi kesepakatan antara guru dan siswa.
  1. Eksplorasi
Pada tahap ini, mahasiswa melakukan eksplorasi terhadap masalah / konsep yang akan dikaji. Eksplorasi dapat dilakukan dengan membaca, melakukan observasi, wawancara, menonton satu pertunjukan, melakukan percobaan, browsing lewat internet dsb. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan secara individu maupun kelompok. Agar eksplorasi menjadi terarah, sebaiknya guru memberikan panduan singkat yang memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja, serta hasil akhir yang diharapkan.
  1. Interpretasi
Dalam tahap interpretasi, hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis, diskusi, tanya jawab, atau bahkan berupa percobaan kembali , jika memang diperlukan.
  1. Re-kreasi
Pada tahap rekreasi, siswa ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yang mencerminkan pengalamannnya terhadap konsep / topic / masalah yang sedang dikaji menurut kreasinya masing-masing. Misalnya siswa dapat diminta membuat satu scenario drama dari novel yang sedang dikajinya. Rekreasi dapat dilakukan secara individu ataupun kelompok. Hasil re-kreasi merupsksn produk kreatif yang dapat dipresentasikan, dipajang atau ditindak lanjuti.
  1. Evaluasi
Evaluasi belajar dilakukan selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. Selama proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan mengamati sikap dan kemampuan berpikir mahasiswa. Evaluasi pada akhir pembelajaran adalah evaluasi terhadap produk kreatif yang dihasilkan mahasiswa. Kriteria penilaian dapat disepakati bersama pada waktu orientasi.
Untuk membentuk karakter kreatif dan produktif menuju terciptanya kemandiriannya bagi siswa, maka dikembangkan siklus belajar yang meliputi lima aspek pengalaman belajar sebagai berikut :
  1. Exploring
Merespon informasi baru, mengeksplorasi fakta-fakta dengan petunjuk sederhana, melakukan sharing pengetahuan dengan orang lain atau mengambil informasi dari guru / ahli / pakar / sumber-sumber yang lain.
  1. Planning
Menyusun rencana kerja, mengidentifikasi alat dan bahan yang diperlukan, menentukan langkah-langkah, desain karya dan rencana lainnya.
  1. Doing / acting
Melakukan percobaan, pengamatan, menemukan, membuat karya dan melaporkan hasilnya serta menyelesaikan masalah.
  1. Communicating
Mengkomunikasikan / mempresentasikan hasil percobaan, pengamatan, penemuan, atau hasil karyanya, sharing dan diskusi
  1. Reflecting
Mengevaluasi proses dan hasil yang telah dicapai, mencari kelemahannya guna meningkatkan efektivitas perencanaan

Pembelajaran Individual adalah pembelajaran yang bersifat klasikal yang memperhatikan potensi- potensi setiap individu agar berkembang dengan baik. Penggunaan strategi pembelajaran ini dalam pembelajaran individual diharapkan potensi setiap individu akan berkembang yakni membentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif, bertanggung jawab serta bekerja sama. Sehingga hasil dari pembelajaran ini tidak hanya segi kognitif, tetapi segi afektif dan psikomotorik juga akan tercapai, bahkan kecerdasan akan lebih terlihat dari setiap siswa.

Model pembelajaran kreatif produktif tidak terlepas dari kelemahan di samping kelebihan yang dimilikinya. Kelemahan tersebut terkait dengan kesiapan guru dan siswa untuk terlibat dalam model pembelajaran ini. Kendala lain adalah waktu. Model pembelajaran ini memerlukan waktu yang relative cukup panjang dan fleksibel. Terlepas dari segala kelemahannya, model pembelajaran ini juga mempunyai banyak kelebihan seperti yang telah diuraikan di atas. Jika kelemahannya dapat diminimalkan, maka kekuatan model ini akan membuahkan proses dan hasil belajar yang yang dapat memacu kreatifitas sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, sangat diharapkan guru untuk dapat menerapkan model ini dan mengembangkan model ini sesuai dengan bidang studinya, bahkan mungkin dari model ini, guru dapat mengembangkan model lain yang lebih menjanjikan.
Dikutip dari : kreatifproduktif

Berikut ini adalah video contoh penerapan model pembelajaran kreatif-produktif.
readmore »»  

MACAM-MACAM DEFINISI PEMBELAJARAN

Pembelajaran mempunyai banyak pengertian, beberapa ahli juga turut menyatakan pengetian pembelajaran. Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri.
Silakan download di sini .
readmore »»  

E-LEARNING DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SISWA


Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.
Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning. 
Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.
Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru. Ingin tahu lebih lanujut? Silakan download makalahnya di sini.
readmore »»  

Thursday, December 6, 2012 Tags: 0 comments

Fearless - Taylor Swift

There's somethin' 'bout the way
The street looks when it's just rained
There's a glow off the pavement
Walk me to the car
And you know I wanna ask you to dance right there
In the middle of the parking lot
Yeah
Oh yeah

We're drivin' down the road
I wonder if you know
I'm tryin' so hard not to get caught up now
But you're just so cool
Run your hands through your hair
Absent mindedly makin' me want you

And I don't know how it gets better than this
You take my hand and drag me head first
Fearless
And I don't know why but with you I'd dance in a storm in my best dress
Fearless

So baby drive slow
'til we run out of road in this one horse town
I wanna stay right here in this passenger's seat
You put your eyes on me
In this moment now capture it, remember it

Cause I don't know how it gets better than this
You take my hand and drag me head first
Fearless
And I don't know why but with you I'd dance in a storm in my best dress
Fearless

Well you stood there with me in the doorway
My hands shake
I'm not usually this way but
You pull me in and I'm a little more brave
It's the first kiss,
It's flawless,
Really something,
It's fearless.

Oh yeah
And I don't know how it gets better than this
You take my hand and drag me head first
Fearless
And I don't know why but with you I'd dance in a storm in my best dress
Fearless

Yeah
I don't know how
Oh yeah yeah


udah tau liriknya? yuk sekarang download lagunya, di sini :)
readmore »»  

Wednesday, December 5, 2012 Tags: , 0 comments

ETIKA PENDIDIKAN, HUMANIORA YANG KIAN TERSISIH


Pendidikan merupakan sebuah jalan yang harus ditempuh oleh setiap manusia dengan berbagai macam ras, suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda. Karena di dalam prosesnya, pendidikan memberikan berbagai macam ilmu yang bermanfaat bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya di masa depan. Pendidikan berkontribusi banyak untuk membentuk manusia yang cerdas dan bermoral dengan memberikan ilmu-ilmu yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk moral yang baik agar manusia menjadi manusia yang intelektual namun tetap beretika.

Namun dalam perkembangannya, etika yang di dalamnya terdapat unsur-unsur yang salah satunya adalah humaniora semakin tertinggal dan kian tersisih. Banyaknya kasus-kasus dehumanisasi yang terjadi khususnya di Indonesia seolah-olah menekankan bahwa etika sudah tidak dijunjung tinggi. Padahal, etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas. (K. Bertens, 2005 : 11) Artinya adalah mau tidak mau di setiap kehidupan manusia secara tidak sadar selalu dihadapkan dengan norma dan nilai sosial yang membutuhkan etika sebagai pedomannya. Hal di atas seolah-olah diperkuat dengan sedikitnya peminat untuk belajar mengenai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan humaniora di perguruan tinggi, khususnya di Indonesia. Yang termasuk dalam ilmu humaniora adalah sastra klasik, bahasa, hukum, dll. Para calon mahasiswa lebih memilih belajar ilmu eksak daripada ilmu-ilmu humaniora. Hal ini harus sangat diperhatikan, karena mind-set yang demikian kelak bisa membuat nilai-nilai dan norma tidak diindahkan lagi.

Bagaimanapun canggihnya teknologi yang diciptakan oleh manusia, tanpa humaniora, teknologi tersebut tidak akan bermanfaat bagi manusia. Pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan, untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu perlu dipandu oleh nilai-nilai humaniora, agar terjamin kemanfaatannya untuk manusia. Itulah sebabnya mengapa humaniora harus tetap dijunjung tinggi dalam setiap kehidupan manusia. Makalah ini akan membahas mengenai humaniora yang kian tersisih, sebab-sebabnya, serta hubungannya dengan etika.

yuk mari didownload di sini :)
readmore »»  

METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

Pengembangan perangkat lunak dapat diartikan sebagai proses membuat suatu perangkat lunak baru untuk menggantikan perangkat lunak lama secara keseluruhan atau memperbaiki perangkat lunak yang telah ada. Agar lebih cepat dan tepat dalam mendeskripsikan solusi dan mengembangkan perangkat lunak, juga hasilnya mudah dikembangkan dan dipelihara, maka pengembangan perangkat lunak memerlukan suatu metodologi khusus. Metodologi pengembangan perangkat lunak adalah suatu proses pengorganisasian kumpulan metode dan konvensi notasi yang telah didefinisikan untuk mengembangkan perangkat lunak. Secara prinsip bertujuan untuk membantu menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas (Jaidan Jauhari .pdf). Berikut batu landasan yang menopang rekayasa perangkat lunak (Rogers S. Pressman, 2002:28)

Metodologi pengembangan perangkat lunak (atau disebut juga model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak) adalah suatu strategi pengembangan yang memadukan proses, metode, dan perangkat (tools) (Modul RPL.pdf). Metode-metode rekayasa perangkat lunak,  memberikan teknik untuk membangun perangkat lunak. Berkaitan dengan serangkaian tugas yang luas yang menyangkut analisis kebutuhan, konstruksi program, desain, pengujian, dan pemeliharaan (Rogers S. Pressman:2002).
Untuk menyelesaikan masalah di dalam pengembangan perangkat lunak, tim perekayasa harus menggabungkan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat bantu. Model proses rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat aplikasi dan proyeknya, metode dan alat-alat bantu yang akan dipakai, dan control serta penyampaian yang dibutuhkan.

selengkapnya, silakan download di sini ya :)
readmore »»  

Inovasi dalam Organisasi


Hal-hal tentang inovasi dengan berorientasi pada sasaran individual merupakan yang diharapkan menerima dan menerapkan inovasi adalah anggota sistem sosial sebagai pribadi pada makalah ini akan dibicarakan inovasi dalam organisasi artinya diharapkan diterima dan diterapkan inovasi oleh organisasi. Namun demikan tetep harus kita inget bahwa pada hakikatnya yang menjadi sasaran menerima dan menerapkan inovasi juga individu atau pribadi tetapi sebagai anggota organisasi. Dengan demikian maka pemahaman proses keputusan inovasi yang berorientasi pada individu tetap merupakan dasar untuk memahami proses inovasi dalam organisasi.
    Dengan memahami proses divusi inovasi dalam organisasi akan mudah untuk memahami proses divusi inovasi pendidikan, karena pada dasarnya pelaksana pendidikan formal adalah suatu organisasi. Pelaksana pendidikan formal secara nasional (makro) adalah organisasi departemen pendidikan dan kebudayaan beserta komponen-komponenya, sedangkan pelaksana pendidikan formal secara mikro di sekolah (organisasi sekolah).
    Agar dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana pelaksanaan inovasi pendidikan dan kaitannya dengan inovasi dalam organisasi, maka pada makalah ini, berturut-turut dijelaskan tentang: pengertian organisasi, kepekaan organisasi terhadap inovasi, tipe-tipe keputusan inovasi dalam organisasi, dan proses inovasi dalam organisasi.

untuk lebih jelasnya, silakan download di sini :)
readmore »»  

Thursday, May 19, 2011 Tags: , , , 0 comments

Contoh Makalah

BAB I PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
      Dewasa ini, pemerintah Indonesia sedang gencar dalam usahanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Sesuai dengan salah satu  tujuan negara Indonesia yang disebutkan dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yaitu “...meningkatkan kecerdasan bangsa.....”, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Namun, upaya tersebut agaknya belum menampakkan hasil yang benar-benar maksimal. Kualitas pendidikan di negara kita belum mampu menyaingi kualitas pendidikan di negara lain, bahkan menyamakannya saja sepertinya kita harus pontang-panting berusaha. Kegagalan tersebut terjadi karena beberapa sebab, antara lain sistem pendidikan yang kurang tepat, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, tidak efektifnya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai, serta kurang tepatnya media-media pembelajaran yang ada.     Dari banyaknya masalah pendidikan di Indonesia sekarang ini, dapat digolongkan menjadi 3 masalah besar yang berkaitan dengan (i). Pemerataan dan akses pendidikan, (ii). Mutu, relevansi dan daya saing lulusan, dan (iii). Tata kelola atau Governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap pendidikan.(DEPDIKNAS, 2005). Beberapa upaya pemerintah telah dilakukan salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan program e-Learning.      Model pembelajaran e-Learning yang kini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia, memang sangat mungkin jika diterapkan dalam skala yang lebih besar, baik di sekolah formal (menengah dan perguruan tinggi), maupun di sekolah non-formal. Penyelenggaraan program e-Learning di Indonesia juga dikaitkan dengan masalah pendidikan jarak jauh. Sementara itu menurut buku karangan Prof. Dr. Soekartawi (2007), di tingkat pendidikan tinggi ada Universitas Terbuka yang didirikan tahun 1984 yang kini juga sudah mulai memanfaatkan jasa e-Learning. Kemudian diikuti dengan pendidikan jarak jauh di tingkat menengah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka dimulai tahun 1998 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka dimulai tahun 2000.     Selama ini proses belajar mengajar di sekolah dianggap hanya bisa dilakukan jika pendidik dan peserta didik saling bertemu dan berhadapan satu sama lain (face to face), namun anggapan tersebut mulai hilang seiring dengan munculnya program e-Learning. E-Learning bisa dimanfaatkan untuk peserta didik yang ingin mendapatkan informasi atau ilmu dari pendidik yang diantara mereka terpisah jarak dan waktu. Bagaimana cara menerapkan dan menyelenggarakannya? Makalah ini akan membahas beberapa apek penting kaitannya dengan penyelenggaraan e-Learning, metode menerapkannya, serta manfaat dari e-Learning itu sendiri terhadap siswa     dan guru.

B.    Rumusan Masalah 
1.    Apakah pengertian e-Learning?
2.    Seperti apakah metode penerapan e-Learning?
3.    Apa sajakah kelebihan dan kekurangan penerapan e-Learning?
4.    Bagaimana cara mengembangkan e-Learning untuk pembelajaran? 
5.    Apa sajakah peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa?  

C.    Tujuan 
1.    Agar pembaca mengetahui pengertian e-Learning secara umum maupun menurut pendapat beberapa ahli. 2.    Agar pembaca mengerti apa saja metode penerapan e-Learning. 
3.    Agar pembaca memahami kelebihan dan kekurangan program e-Learning. 
4.    Agar pembaca maupun pihak yang ingin menyelenggarakan program e-Learning bisa memahami atau menambah wawasannya. 
5.  Agar pembaca mengetahui peran e-Learning dalam membentuk kemandirian siswa serta manfaat-manfaatnya.          
BAB II     
PEMBAHASAN  
A.    Pengertian e-Learning    
E-Learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru dan belum begitu banyak digunakan di Indonesia. E-Learning berasal dari huruf ‘e’ yang berarti elektronik dan ‘learning’ yang berarti pembelajaran. Jadi, e-Learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika. (Soekartawi, 2007 : 23) Menurut Smaldino, dkk dalam bukunya yang berjudul Instructional Technology and Media for Learning (2008), menyebutkan bahwa Online Learning (also called electronic learning, or e-Learning) is the result of instruction that is delivered electronically using computer-based media. Hal ini berarti bahwa e-Learning adalah hasil dari sebuah pembelajaran yang dikirim secara elektronik menggunakan komputer yang berbasis media. Sedangkan pengertian menurut beberapa ahli : •    Darin E. Hartley E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. •    Matthew Comerchero E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet. •    Ellit Tronsen E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit dan pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran. •    Elliut Masie E-Learning adalah penggunaan jalinan kerja teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih, dan mengorganisir pembelajaran. •    Robert Peterson dan piper Jafray E-Learning adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengirim, dan memfasilitasi pembelajaran. •    Jaya Kumar C. Koran (Isjoni dan Firdaus, 2007 : 9) e-Learning sebagai sembarang pengajaran dan pengajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran............................................



Untuk mendownload makalah ini silakan klik download
readmore »»